LIKE kembara hadi di FACEBOOK

Please wait..10 Seconds Cancel
Artikel Terkini :
Loading...

WAHAI IBU

Aku tumbuh besar setelah sebelumnya aku berada di sisi ibuku dalam keadaan masih kecil. Aku beruban setelah sebelumnya aku adalah seorang anak kecil dipangkuannya. Hanya dia seorang yang air mata, susu dan darahnya mengalir untukku. Orang-orang melupakanku, namun tidak dengan ibuku. Orang-orang menjauhiku, namun ibuku tetap bersamaku. Dunia berubah untukku,namun tidak dengan ibuku.

Duhai ibu,betapa sering engkau membasuh pipimu dengan air mata ketika aku melakukan perjalanan,berapa lama engkau tidak dapat tidur ketika aku sedang tidak bersamamu. Betapa sering tidurmu terganggu di kala aku sedang saki.

Duhai ibu,ketika aku datang dari bepergian,engkau berdiri di depan pintu menanti kedatangku dengan derai air mata kebahagiaan. Apabila aku keluar dari rumah, engkau berdiri menghantarkan kepergianku dengan hati yang penuh kesedihan.

Duhai ibu, engkau membawaku di antara tulang rusukmu saat penyakit menyerangku. Engkau meletakkanku bersama keluhan dan kesedihanmu lalu engkau mendakapku dengan ciuman dan senyuman.

Duhai ibu,engkau tidak akan tidur sebelum aku tertidur, dan engkau tidak dapat tenang selamanya sebelum aku merasa senang. Apabila aku tersenyum, engkau pun tertawa meskipun engkau tidak tahu sebabnya. Jika aku sedang gundah gulana,engkau pun menangis untukku meskipun engkau tidak tahu apa yang sedang terjadi. Engkau memaafkanku sebelum aku melakukan kesalahan, engkau memaafkanku sebelum aku meminta maaf dan engkau memaafkanku sebelum aku bertaubat.

Duhai ibu, siapa yang memujiku, maka engkau akan menjadikannya sebagai teman. Hanya engkau sajalah wahai ibu yang selalu peduli denganku, dan hanya engkau yang memperhatikanku.

Duhai ibu, aku adalah urusan terbesarmu, kisah indahmu, dan harapan besarmu. Engkau selalu bersikap baik kepadaku,memaafkan kelalaianku dan selalu merindukanku.

Duhai ibu,semoga aku dapat membasuh kedua kakimu dengan air mata pengabdian dan membawa seliparmu di panggung kehidupan ini.

Duhai ibu semoga aku dapat menggantikanmu ketika kematian menghampirimu dan semoga bencana menimpaku ketika dia bertujuan mendatangimu.

Hatiku berkata kepadaku ketika engkau mengalami kesusahan. Jiwaku adalah tebusan untukmu, sama ada engkau tahu atau tidak.

Allah s.w.t berfirman: "Wahai Tuhanku! Ampunkanlah bagiku,dan bagi kedua ibu bapaku, serta bagi sesiapa yang masuk ke rumahku dengan keadaan beriman; dan (ampunkanlah) bagi sekalian orang-orang yang beriman,lelaki dan perempuan (dalam segala zaman); dan janganlah Engkau tambahi orang-orang yang zalim melainkan kebinasaan!" ( Surah Nuh: 28)

Dia juga berfirman: "Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah(untuk mereka,dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil." (Surah al-Isra': 24)|
Breaking News close button
Back to top

5 Comments

salam..
bila baca bab mak bapak kita
rasa shahdu dan rindu pada mereka

sentiasa berdoa agar kekal menjadi anak solehah
aminnnn...

Balas

sedih..patek dh xde bapa dan emak..hanya doa mengiringi semoga roh mereka dirahmati allah swt..amenn

Balas

awal yang baik

Balas

bardzo ciekawe, dzieki

Balas

PERINGATAN: kembara Hadi tidak bertanggungjawab terhadap komentar yang diutarakan melalui laman sosial ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri. Show EmoticonHide Emoticon

HUBUNGI
Press Esc to close
Copyright © 2013 kembara Hadi All Right Reserved
close